Kamis, 10 November 2011

PAYUNG


-buat hasan, uswatun, dan prita



Jaman sekarang
semakin susah mencari payung
Padahal
hujan sedang gemar-gemarnya
mengeroyok tubuh kita

Di sekolah
kepada pak guru aku bertanya,
"dimana payung berada?"
Tapi dengan entengnya pak guru menjawab,
"aku tidak tahu"

Sesampainya dirumah,
kepada ibu aku bertanya
Dan pertanyaannya masih sama,
"dimana payung berada?"
Tapi dengan lebih entengnya ibu menjawab,
"pak guru saja tidak tahu, apalagi ibu"

Kemarin siang hari
tak ada matahari
Matahari takut
dan bersembunyi,
karena ia tahu
hujan akan datang lagi

Akhirnya hujan datang juga
Kali ini
dengan pasukannya yang lebih banyak
dan sambil membawa pedang di tangannya,
mereka siap menghajar kita
Padahal,
aku belum punya payung

Tapi bersama kau,
kau,
dan kau
aku tak butuh payung lagi
Aku tak perlu takut
karena ada kalian
yang selalu menemani
Dan ternyata,
memang tak ada setetes hujan pun
yang berhasil menyentuh tubuh kita
Sampai akhirnya hujan lelah
Mereka menyerah

Dan setelah mereka pergi
matahari pun nongol lagi
Bukan dari lagit,
tapi dari senyum dan tawa kalian
Dan saat itu,
aku merasa sangat hangat
"terimakasih"

Aku tak butuh payung lagi.





Yogyakarta, 10 November 2011
memori perpus kota-candi sojiwan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar