Sabtu, 05 November 2011

Antara Kamu dan Ibuku

Kamu bagaikan sarapan pagi yang disiapkan Ibu untukku.
Meski hanya telur dadar di atas nasi putih,
itu sudah cukup jadi bekal semangatku jalani hari.

Kamu bagaikan gaji pertamaku sebagai guru.
Tak peduli berapa jumlahnya,
langsung saja kuberikan pada Ibu agar dapat dibelikan ini dan itu.

Kamu adalah doa yang kudendangkan di setiap hembus nafasku,
tentu saja setelah doaku untuk Ibu.
Maafkan aku sayang,
bukan maksud hati membuatmu ragu atau cemburu.
Namun bagiku,
kamu memang tak ada apa-apanya jika dibandingkan Ibuku.

Namun tenanglah,
kamu tidak perlu iri apalagi benci.
Karena suatu hari nanti,
kamu juga akan dapat perlakuan yang sama seperti Ibuku.
Tentu saja dari anak-anakku,
yang juga anak-anakmu.



Yogyakarta, 16 September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar