Kamis, 23 Februari 2012

Sepasang Kekasih Dalam Sebuah Buku Dongeng

 "kita menanti di halaman mana kita berjumpa"



-kepada Ayuningtyas

sayang, kita harus ingat
kita hanyalah sepasang kekasih
yang terkurung dalam sebuah buku dongeng
menanti rengekan seorang bocah
yang minta dibacakan cerita oleh ibunya
sebagai pengantar tidur

tak ada yang istimewa dari kisah kita
seperti biasa: seorang miskin yang berharap
cinta dari sang putri raja
tak ada yang istimewa dari cerita kita
seperti biasa: bocah itu tertidur
sebelum habis cerita kita dibacakan ibunya

tak ada yang istimewa dari hari-hari selanjutnya
seperti biasa: kita menanti untuk dibaca
kita menangis karena tak selesai dibaca
tak ada yang istimewa dari hari-hari berikutnya
seperti biasa: kita menanti untuk dibaca
kita menanti di halaman mana kita berjumpa



Yogyakarta, 23 February 2012

Tentang Mandi

     "le gek tangi le! gek adus gek gantian! kamar mandine le antri akeh!"



     Seperti biasa hari ini saya bangun pagi. Sebuah kebiasaan yang sudah mulai ditanamkan oleh kedua orang tua saya sejak saya kecil. Kalau dulu saya masih sering dibangunkan dengan cara yang 'halus' (dielus-elus kepalanya sambil dibisiki: "nak bangun nak... sudah siang... nanti sekolahnya terlambat lho"), tapi dewasa ini orang tua saya lebih sering menggunakan cara yang sedikit 'cair' (disiram air segayung sambil diteriaki: "le gek tangi le! gek adus gek gantian! kamar mandine le antri akeh!")
          Saya tidak sakit hati ketika dibangunkan dengan cara yang sedikit cair itu. Karena bagaimana pun harus saya akui, saya membutuhkan waktu yang lama untuk mandi. Pertanyaan wajib yang tidak harus saya jawab selalu menodong saya ketika saya selesai mandi: "kwe ki ngopo wae to le nek adus kok suwe tenan?". Hahahahaha memang tidak perlu saya jawab bukan?
          Tapi jujur saja ketika pertama kali ditodongi pertanyaan seperti itu saya menjadi takut kalau saja orang tua saya nekat memasang CCTV di kamar mandi. Maka dari itu ketika masuk kamar mandi saya harus nengok kiri kanan, atas bawah, depan belakang kaya orang mau nyebrang. Sedikit berlebihan memang, tapi saya benar-benar takut jika video mandi saya diupload orang tua saya di youtube.
          Hahahahaha sebenarnya enak juga ya kalau tiba-tiba bisa mendadak terkenal seperti artis-artis jaman sekarang yang bisa tampil di tv gara-gara upload videonya di youtube. Ya ya ya jujur saja saya juga pengen bisa terkenal seperti mereka. Yang upload video nyanyi diundang tampil nyanyi di berbagai stasiun televisi. Yang upload video dancenya juga diundang tampil ngedance di berbagai acara tv. Lha kalau yang diupload video mandinya? terus saya harus mandi telanjang di atas panggung sambil diliatin banyak penonton? terus juga diiringi yel yel: " la la, ye ye! la la la, ye ye ye!" (nada penonton acara dahsyat).
          Catatan ini terpaksa saya akhiri dengan tanda tanya.



Yogyakarta, 31 Januari 2012