"jika adek itu adalah pisang molen, tentu saja ia adalah pisang molen yang paling manis sedunia"
Untuk yang kedua kali, semalem adek itu nongol lagi di mimpiku. Entah bagaimana bisa ia nongol begitu saja tanpa izin terlebih dahulu. Padahal untuk bisa masuk ke dalam mimpiku, seorang wanita harus membuat proposal terlebih dahulu dengan tanda tangan RT, RW, dan disertai foto copy KTP, KTM atau kartu pelajar, juga SIM dan STNK. Hahaha ribet sekali bukan? Maka dari itu, akhir-akhir ini jarang sekali seorang wanita muncul dalam mimpiku. Tapi kenapa adek yang satu ini bisa muncul begitu saja? Jujur saja aku tidak tahu jawabannya.
Pokoknya ceritanya begini:
Saat itu di dalam mimpiku hujan deras sekali. Tahu-tahu aku bertemu dengan adek itu...
Sebelum melanjutkan ceritanya, aku ingin sedikit bercerita tentang adek itu:
1. Pertama kali bertemu dengannya, aku sempat dibuat kaget ketika mendengar suaranya. Suaranya berat dan agak serak-serak 'becek' (mungkin karena sedang musim hujan). Suaranya berat seperti suara seorang pria dewasa, dan juga serak seperti auman harimau afrika. Aku sempat ragu apakah ia memang benar seorang wanita tulen. Sebenarnya aku ingin melihat KTPnya dan memeriksa jenis kelamin yang tertulis disana. Apakah seorang wanita? Apakah seorang lelaki yang menyamar menjadi seorang wanita? Tapi aku urungkan niatku untuk memeriksa KTPnya. Aku takut dikira pegawai sensus penduduk. Namun di atas segala pertanyaan yang tak terjawab, suaranya yang kelelaki-lakian dan keharimau-harimauan, juga gigi gingsulnya yang seperti taring itu memaksaku untuk memanggilnya "Siluman Harimau Wanita".
2. Adek itu selalu membuatku lapar. Karena saat melihat wajahnya yang bulet itu, entah mengapa aku selalu terbayang-bayang pisang molen. Hahaha perbandingan yang terlihat sangat kejam. Namun, asal kalian tahu: jika adek itu adalah pisang molen, tentu saja ia adalah pisang molen yang paling manis sedunia hahahahaha.
Lalu bagaimana kelanjutan cerita di mimpiku?Waduh, saking asyiknya mendeskripsikan adek itu aku jadi lupa bagaimana kelanjutan kisahnya. Hahaha sebenarnya aku ingin mengingat-ingatnya dan menuliskannya disini, tapi berhubung aku harus mandi pagi karena kuliah jam 7 pagi, aku terpaksa mengakhiri tulisan ini.
Untuk dek *****
Keterangan: '***** ' bukanlah samaran untuk nama 'Mawar', karena seperti yang kalian sudah ketahui: sekarang Mawar sudah menjadi miliknya Marwan.

wess wangunn !! hha
BalasHapuswkwkwkwk horeee dikoment pandu hahahaha
BalasHapus