"tak ada lagi wajahmu yang menjadi kuning kemerah-merahan"
halo dek apa kabar kamu? emh, pasti baik-baik saja hehehe semoga. amin.
halo dek udah makan belum? emh, makannya yang teratur ya dek biar kamu sehat dan ngak gampang sakit hehehe.
halo dek udah shalat belum? emh, shalat yang rajin ya dek sebelum aku shalatin hahahaha cuma bercanda lho dek. kalau
pun ntar kamu dishalatin, pasti aku juga ikut dishalatin di sampingmu hahahaha.
bercandaku serem ya dek? seserem apa? emh, apa seserem suara harimaumu yang membuat aku takut jika suatu hari telingaku hilang digondol anjing sehingga aku tak dapat mendengar suaramu lagi? apa seserem senyum taring harimaumu yang membuat aku takut suatu hari nanti mataku copot jatuh ke sungai sehingga tak dapat melihat senyummu lagi? ah adekku sayang, aku jadi membayangkan jika suatu hari nanti aku menjadi seorang buta.
suatu hari aku melihat sebuah pemandangan yang sangat mengharukan bagiku. aku melihat seorang istri yang sabar menggandeng suaminya yang buta, berjalan-jalan menikmati senja. si istri terus saja memegang erat lengan suaminya. erat! erat sekali! seperti seorang anak kecil yang terus saja memegangi mainan barunya karena takut mainannya hilang dicuri temannya. juga dengan sabarnya si istri rela memperlambat langkahnya demi menyeiramakan dengan langkah suaminya yang terkadang goyah. ya, langkah suaminya mungkin sudah tidak segagah saat awal mereka bertemu. ya, suaminya yang mungkin dulu ia cintai karena langkahnya yang gagah, kini seringkali menjadi mudah goyah meski hanya karena terkaget dengan suara langkah anak-anak kecil yang berlarian di depan mereka, atau deru mobil yang tiba-tiba dengan angkuhnya menyalip langkah mereka.
ah adekku sayang, namun percayalah, sama sekali tak ada wajah penyesalan atau pun sedikit saja kesedihan yang muncul dari wajah si istri yang saat itu menjadi kuning kemerah-merahanan karena terkena muntahan sinar senja.
ah adekku sayang, adakah di hatimu kau bertanya mengapa aku ceritakan kisah ini padamu? apakah aku ingin menjadi seorang buta yang kau gandeng kemana-mana? ah bukan. sama sekali bukan begitu dek.
aku masih ingin terus melihat. aku masih ingin terus melihat wajahmu. senyummu. wajah senja. senyum senja. juga wajahmu yang menjadi kuning kemerah-merahan saat senja datang dan mulai menelan tubuh kita. sampai habis. sampai kita ditelan dan dimasukkan ke dalam perut kegelapan malam. tak ada lagi wajahmu yang menjadi kuning kemerah-merahan. yang ada hanya senyummu dan sorot matamu yang akhirnya menjadi jalan penunjuk arah kita pulang.
halo dek apa kabar kamu? emh, pasti baik-baik saja hehehe semoga. amin.
halo dek udah makan belum? emh, makannya yang teratur ya dek biar kamu sehat dan ngak gampang sakit hehehe.
halo dek udah shalat belum? emh, shalat yang rajin ya dek. aku juga bakal shalat yang rajin kok. soalnya aku mau terus berdoa supaya kamu suatu saat nanti mau pergi menikmati senja bersamaku hahahaha dan catatan ini ku akhiri dengan "amin".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar